Mandiri Kredit Kepada Showroom Mobil Bekas Rekanan Mandiri Tunas Finance (MTF)
Adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada pemilik showroom mobil
bekas rekanan Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk pemenuhan kebutuhan
modal kerjanya.
Fitur Kredit :
- Jenis kredit adalah Kredit Modal Kerja
- Limit kredit diatas Rp. 100 Juta s.d 2 Milyar per debitur
- Jangka waktu kredit maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang
- Sifat kredit revolving
Persyaratan kredit :
- Telah menjadi rekanan MTF dan mendapatkan rekomendasi MTF
- Dokumen legalitas pemohon misalnya, KTP, kartu keluarga, akte pendirian perusahaan
- Dokukmen legalitas usaha misalnya : NPWP, SIUP, SITU, TDP
- Fotocopy rekening giro atau tabungan 6 bulan terakhir
18.44 | Label: Kredit Usaha | 0 Comments
Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) mandiri
Adalah kredit investasi dan atau kredit modal kerja yang diberikan
kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan, kelompok (tani,
peternak, nelayan dan pembudidaya ikan) dalam rangka pembiayaan
intensifikasi padi, jagung kedelai, ubi kayu dan ubi jalar, kacang tanah
dan atau sorgum, pengembangan budidaya tanaman tebu, peternak sapi
potong, ayam buras dan itik, usaha penangkapan dan budidaya ikan serta
kepada koperasi dalam rangka pengadaan pangan berupa gabah, jagung dan
kedelai.
Sumber
Persyaratan :
- Dokumen legalitas pemohon
- Mengisi formulir permohonan kredit
Sasaran Peneriman KKP-E :
- Petani/peternak/pekebun/nelayan/pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok tani/kelompok usaha bersama/kelompok pembudidaya ikan
- Petani/peternak/pekebun/nelayan/pembudidaya ikan sebagai anggota koperasi
- Koperasi Primer dalam rangka pengadaan pangan
Fitur kredit :
- Limit kredit maksimal Rp. 100 juta
- Jangka waktu kredit modal kerja sesuai siklus usaha dan tidak dapat diperpanjang dan jangka waktu kredit investasi sesuai siklus usaha dan maksimum 5 tahun
- Suku bunga lebih ringan dari kredit umum karena mendapat subsidi dari pemerintah
Sumber
18.42 | Label: Kredit Usaha | 0 Comments
Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Mandiri
Merupakan upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui
perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung
kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah dengan
melibatkan perusahaan di bidang usaha perkebunan sebagai mitra
pengembangan dalam pembagunan kebun, pengolahan dan pemasaran hasil.
Persyaratan :
- Syarat perusahaan inti :
- Memiliki ijin Usaha Perkebunan dan ijin usaha sesuai ketentuan yang berlaku (SIUP, IUP, TDP, NPWP dll)
- Telah berpengalaman dibidang usaha perkebunan
- Bersedia menjadi avalis (corporate guarantee)
- Memiliki perjanjian kerjasama dengan koperasi
- Memenuhi persyaratan bank tekhnis
- Menyampaikan Feasibility Study
- Ditetapkan oleh Dirjenbun sebagai Mitra Usaha berdasarkan rekomendasi Disbun tingkat I dan tingkat II
- Syarat Koperasi :
- Telah berbadan hukum
- Koperasi dan Pengurus tidak termasuk dalam daftar hitam dan kredit bermasalah
- Memiliki mitra usaha Perusahaan Inti.
- Syarat Petani anggota Koperasi :
- Usia minimal 21 tahun atau telah menikah
- Tidak memiliki tunggakan kredit
- Merupakan penduduk setempat
- Terdaftar dalam daftar nominatif yang ditetapkan Bupati/Walikota
Fitur Kredit :
- Komoditi yang dibiayai Kelapa Sawit dan Karet
- Luas lahan minimal 2 ha, maksimal 4 ha per petani
- Limit kredit sebesar luas lahan dikalikan satuan biaya per hektar
- Dana sendiri 0%
- Jenis kredit adalah Kredit Investasi
- Suku bunga, setinggi-tingginya LPS + 5%, suku bunga kepada petani 7%
- Agunan adalah kebun petani plasma yang dibiayai
- Pengelolaan kebun plasma 'single management' dengan kebun inti
- Bebas biaya provisi
Manfaat :
- Pembiayaan 100% dari kebutuhan
- Subsidi suku bunga selama masa pembangunan
- Bebas biaya provisi
18.40 | Label: Kredit Usaha | 0 Comments
Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) Mandiri
Adalah kredit investasi untuk usaha pembibitan sapi dalam rangka produksi bibit sapi potong atau sapi perah yang memperoleh subsidi bunga dari pemerintah.
Sasaran penerima KUPS :
- Perusahaan Pembibitan
- Koperasi
- Koperasi Peternak
Persyaratan
Syarat Perusahaan Pembibitan :- Berbadan Hukum dan memiliki perijinan
- Telah menjalankan usaha peternakan sapi minimal 3 tahun
- Bermitra dengan kelompok peternak/gabungan kelompok peternak
- Memperoleh rekomendasi dari Dinas Kabupaten/Kota dan Direktorat Jenderal Peternakan
- Kondisi keuangan perusahaan di usaha peternakan sapi dalam 2 (dua) tahun sehat dari segi profitabilitas dan solvabilitas
Syarat Koperasi :
- Telah berbadan hukum
- Usaha dalam bidang peternakan sapi telah berjalan minimal 3 tahun
- Memperoleh rekomendasi dari Dinas Kabupaten/Kota dan Dirjen Peternakan
- Kondisi keuangan Koperasi di usaha peternakan sapi dalam 2 (dua) tahun sehat dari segi profitabilitas dan solvabilitas
Syarat Kelompok Peternak/Gabungan Kelompok Peternak :
- Terdaftar pada Dinas Kabupaten/Kota setempat
- Bermitra dengan perusahaan pembibitan atau koperasi yang memberikan minimal penjaminan pembelian dan atau jaminan pelunasan kredit
- Memperoleh rekomendasi dari Dinas Kabupaten/Kota
- Organisasi kelompok peternak telah berjalan minimal 1 tahun
- Memiliki anggota dengan kriteria sebagai berikut :
- Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Memiliki KTP setempat, telah menetap/berdomisili di desa tersebut minimal selama 12 bulan
Fitur Kredit :
- Limit kredit maksimal Rp 66 milyar
- Jenis kredit investasi
- Tujuan kredit untuk pengadaan sapi betina siap bunting/bunting
- Dana sendiri 0%
- Suku bunga yang dibebankan kepada peternak sebesar 5%
- Agunan adalah fixed aset
- Bebas Biaya Provisi
18.37 | Label: Kredit Usaha | 0 Comments
Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri
Adalah Kredit untuk pembiayaan usaha produktif segment mikro, kecil,
menengah, dan koperasi yang layak / feasible namun belum bankable untuk
modal kerja dan/atau kredit investasi melalui pola pembiayaan secara
langsung maupun tidak langsung (linkage) yang dijamin oleh Lembaga
Penjamin Kredit dengan kriteria sebagai berikut:
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan/kredit program dari pemerintah
- UMKMK yang sedang menerima kredit konsumtif dari perbankan : Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kartu Kredit, dan Kredit Konsumtif lainnya diperbolehkan menerima KUR
Fitur kredit :
- Limit kredit :
- KUR langsung (individu) maksimal Rp. 500 Juta
- KUR tidak langsung
- Pola Excuting Maksimal Rp. 2 Milyar per lembaga Linkage dan maksimal Rp. 100 Juta per end user
- Pola Channeling Sesuai daftar nominatif end user dengan limit kredit per end user s/d Rp. 500 Juta
- Jenis Kredit : investasi dan atau modal kerja
- Jangka waktu kredit :
- KMK maksimal 3 tahun dan dapat diperpanjang menjadi 6 tahun
- KI maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang menjadi 10 tahun
- KI perkebunan tanaman keras maksimal 13 tahun dan tidak dapat diperpanjang
Persyaratan :
- Dokumen legalitas pemohon, misalnya : KTP, Kartu Keluarga
- Dokumen legalitas usaha, misalnya : NPWP, SIUP, SKDU
- Fotocopy rekening giro/tabungan 6 bulan terakhi
18.35 | Label: Kredit Usaha | 0 Comments
7 Tips Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Agar Cepat Diapprove
Kartu kredit adalah satu diantara sekian banyak alat pembayaran yang dipakai untuk pembayaran e-commerce
di internet. Semua tak bisa menyangkal pentingnya alat pembayaran kartu
kredit ini untuk bertransaksi online. Kalau Anda seorang buyer terlebih
seorang pebisnis online, contoh seperti saya yang buka Jasa Internet Buying Agen
di internet, punya kartu kredit adalah syarat wajib. Karena kartu
kredit adalah alat pembayaran yang paling banyak dipakai dan paling
populer digunakan sebagai alat pembayaran toko online (seller) di internet.
Dari hasil investigasi saya ke beberapa teman yang tak punya kartu kredit, alasan yang paling banyak selain karena belum butuh adalah karena sulitnya untuk mengurus aplikasi kartu kredit ke bank. Seperti kita tahu syarat untuk punya akun PayPal yang verified (bisa dipakai belanja/berjualan) memang dibutuhkan kartu kredit VISA/Master untuk memverifikasinya. Kalau pakai kartu debit belum semua bank bisa diterima oleh PayPal.
Yang mengalami kesulitan mengurus kartu kredit umumnya adalah teman yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, atau belum punya pekerjaan tetap. Kedua, para pekerja freelance atau bukan pekerja kantoran. Sehingga, banyak yang memilih pakai VCC (Virtual Credit Card) ketimbang pakai kartu kredit sungguhan. Saya menjumpai banyak teman yang untuk verifikasi ke PayPal yang seharusnya pakai kartu kredit, berhubung karena kesulitan mengurusnya maka sebagian besar lebih memilih praktisnya, pakai VCC.
Saya bukannya merekomendasi jelek pakai VCC. Tapi menurut saya tanggung kalau hanya punya VCC. Kenapa tak langsung saja ngurus kartu kredit sekalian. Dan yang kedua, VCC itu punya banyak kelemahan serta sangat ribet jalurnya kalau misalnya akun PayPal Anda tiba-tiba di-limit aksesnya oleh PayPal. Contoh seperti kasus saya kemarin. Baca “Terkena Musibah PayPal Limited Access”. Juga, Anda punya ketergantungan yang tinggi dan perlu menghubungi pihak pembuat kartu VCC-nya secara reguler untuk perpanjangan masa berlaku kartunya, maupun bila sewaktu-waktu Anda ada masalah.
Sebetulnya apa yang membuat orang kesulitan mengurus kartu kredit? Apa karena tidak tahu caranya? Atau sudah frustasi karena sering ditolak?
Jika jawaban salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah iya, berarti Anda perlu baca tips saya ini. Saya akan berbagi tips kepada Anda bagaimana cara mengurus aplikasi kartu kredit agar cepat diapprove oleh pihak bank. Silahkan pakai tips-tips yang saya berikan berikut ini sebelum Anda mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank.
1. Pilih bank yang kelas dua
Yang saya maksud bank kelas dua adalah, maaf saya tak bisa sebutkan nama-nama banknya, tapi intinya bukan bank dari deretan bank papan atas seperti bank BCA, Mandiri, BNI dan BRI. Bank papan atas ini kebanyakan sangat selektif dalam menerima calon nasabah kartu kreditnya. Kenapa? Karena mereka bank besar, yang jelas tidak mencari kuantitas nasabah tapi kualitas nasabah yang minim resiko kredit macet yang dicari. Contoh yang lain, bank asing juga termasuk yang punya seleksi ketat dalam menerima calon nasabahnya. Maka, agar mudah untuk mengurus aplikasi kartu kreditnya, untuk tahap pertama kali mengurus kartu kredit usahakan menghindari bank-bank ini kalau Anda ingin cepat diapprove.
2. Pilih bank yang sama dimana tempat Anda menyimpan uang di bank
Jika Anda termasuk orang yang berprofesi bukan karyawan tetap, bukan PNS/ABRI, atau bukan kalangan eksekutif profesional, bank sangat ketat dalam memberikan approval kepada Anda. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pihak atau korporasi yang memberikan jaminan kepada Anda sehingga bank kebanyakan menolak permohonan aplikasi Anda. Tak peduli misalnya Ada seorang freelance berpenghasilan besar sampai ribuan dolar per bulan melebihi karyawan sekalipun tetap saja akan ditolak. Tak percaya? Saya punya teman yang berbisnis online penghasilannya besar jauh melebihi gaji saya sebagai chief engineer. Sampai sekarang teman saya ini masih kesulitan mengurus kartu kredit. Permohonan dia yang terakhir ke bank BCA sampai sekarang ditolak, tak ada kabar beritanya.
Tapi Anda tak perlu berkecil hati, bukan berarti tidak ada celah buat mensiasatinya agar pihak bank melirik aplikasi permohonan Anda. Tunjukkan kalau Anda adalah nasabah bank itu dimana tempat Anda menyimpan uang. Bank biasanya akan mempertimbangkan untuk mengapprove permohonan kartu kreditnya kalau pemohon adalah nasabahnya sendiri. Terlebih Anda nasabah giro atau yang punya deposito besar disana. Ingat tulisan saya sebelumnya di tulisan ini. Baca “Penagih Hutang Gaya Baru Dari BNI”, bank sangat segan dengan orang yang nyimpan banyak duit di banknya.
3. Usahakan cash flow keuangan di rekening Anda selama tiga bulan terakhir saldo dan lalu-lintasnya besar
Yang tips ini nyambung dengan tips nomor dua. Kalau Anda pekerja freelance atau pebisnis (enterpreneur), umumnya bank akan meminta rekening koran tiga bulan terakhir yang memuat data-data finansial Anda. Jadi, saat Anda hendak mengurus kartu kredit usahakan lalu-lintas (cash flow) keuangan Anda besar. Paling tidak di tiga bulan terakhir. Bank biasanya akan melihat ini untuk melihat kemampuan keuangan Anda sebagai bahan pertimbangan.
4. Cari referensi dari pemegang kartu kredit (card holder)
Bank penerbit kartu kredit tidak jarang sering melakukan promosi member get member (MGM) kepada para nasabah kartu kreditnya. Nah, jangan sia-siakan jika ada kesempatan semacam ini untuk ikut apply jika ada teman yang menawari Anda. Bank umumnya akan mempertimbangkan kalau pemohon kartu kreditnya ada yang merekomendasikannya. Bank menganggap Anda direferensikan oleh pemegang kartu lain maka layak dan jadi pertimbangan bank untuk mendapatkan kartu kredit.
5. Apply penawaran kartu kredit di mal
Kalau Anda sering berpergian ke mal tak jarang menemui marketing bank tertentu yang menawarkan aplikasi kartu kredit. Tidak ada salahnya Anda mencoba menerima tawaran semacam ini. Karena bank memberikan banyak kemudahan dan syarat yang tidak ribet. Biasanya bank hanya meminta foto copy KTP saja sudah cukup. Karena cukup mudah syaratnya maka tidak ada salahnya untuk dicoba.
6. Uruslah kartu kredit di kota dimana Anda tinggal sama seperti KTP Anda
Tidak semua ditolaknya permohonan aplikasi kartu kredit karena alasan finansial. Tak jarang penolakan karena masalah domisili juga jadi bahan pertimbangan bank. Bank biasanya langsung menolak permohonan aplikasi kalau alamat rumah (KTP) calon pemohon kartu kreditnya berasal dari luar kota. Karena bank tentu tak mau ambil resiko besar jika sampai terjadi kredit macet terus kesulitan mencari alamat nasabahnya karena jauh. Jadi, menguruslah kartu kredit di kota tempat tinggal Anda. Jangan di kota perantauan dengan pakai alamat kost atau kontrakan Anda.
7. Pasang telpon (PSTN) di rumah dan kantor Anda
Tips ketujuh ini juga tak kalah penting. Bank sebelum menyetujui permohonan aplikasi Anda biasanya dia akan crosscheck dengan menelpon ke rumah dan kantor Anda. Jika rumah dan kantor Anda ada telponnya dan mudah dihubungi, ini sangat membantu pihak bank untuk memutuskan menyetujui permohonan Anda. Kenapa harus telpon rumah (PSTN)? Karena nomor PSTN umumnya pasca bayar yang terdaftar jelas siapa pemiliknya di Telkom. Jadi lebih trust dibanding telpon seluler yang kebanyakan adalah nomor prabayar. Survey permohonan aplikasi (kartu) kredit, pihak bank akan cek via telpon lebih dulu ke alamat yang ada di data aplikasinya. Jika rumah dan kantor Anda sulit dihubungi maka bank tanpa pikir lebih panjang lagi akan langsung menolak permohonan aplikasi kartu kredit Anda.
Demikian beberapa sharing tips dari saya cara untuk mengurus kartu kredit. Semoga bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan jangan segan untuk bertanya dalam kolom komentar, terima kasih.
Dari hasil investigasi saya ke beberapa teman yang tak punya kartu kredit, alasan yang paling banyak selain karena belum butuh adalah karena sulitnya untuk mengurus aplikasi kartu kredit ke bank. Seperti kita tahu syarat untuk punya akun PayPal yang verified (bisa dipakai belanja/berjualan) memang dibutuhkan kartu kredit VISA/Master untuk memverifikasinya. Kalau pakai kartu debit belum semua bank bisa diterima oleh PayPal.
Yang mengalami kesulitan mengurus kartu kredit umumnya adalah teman yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, atau belum punya pekerjaan tetap. Kedua, para pekerja freelance atau bukan pekerja kantoran. Sehingga, banyak yang memilih pakai VCC (Virtual Credit Card) ketimbang pakai kartu kredit sungguhan. Saya menjumpai banyak teman yang untuk verifikasi ke PayPal yang seharusnya pakai kartu kredit, berhubung karena kesulitan mengurusnya maka sebagian besar lebih memilih praktisnya, pakai VCC.
Saya bukannya merekomendasi jelek pakai VCC. Tapi menurut saya tanggung kalau hanya punya VCC. Kenapa tak langsung saja ngurus kartu kredit sekalian. Dan yang kedua, VCC itu punya banyak kelemahan serta sangat ribet jalurnya kalau misalnya akun PayPal Anda tiba-tiba di-limit aksesnya oleh PayPal. Contoh seperti kasus saya kemarin. Baca “Terkena Musibah PayPal Limited Access”. Juga, Anda punya ketergantungan yang tinggi dan perlu menghubungi pihak pembuat kartu VCC-nya secara reguler untuk perpanjangan masa berlaku kartunya, maupun bila sewaktu-waktu Anda ada masalah.
Sebetulnya apa yang membuat orang kesulitan mengurus kartu kredit? Apa karena tidak tahu caranya? Atau sudah frustasi karena sering ditolak?
Jika jawaban salah satu atau kedua pertanyaan di atas adalah iya, berarti Anda perlu baca tips saya ini. Saya akan berbagi tips kepada Anda bagaimana cara mengurus aplikasi kartu kredit agar cepat diapprove oleh pihak bank. Silahkan pakai tips-tips yang saya berikan berikut ini sebelum Anda mengajukan aplikasi kartu kredit ke bank.
1. Pilih bank yang kelas dua
Yang saya maksud bank kelas dua adalah, maaf saya tak bisa sebutkan nama-nama banknya, tapi intinya bukan bank dari deretan bank papan atas seperti bank BCA, Mandiri, BNI dan BRI. Bank papan atas ini kebanyakan sangat selektif dalam menerima calon nasabah kartu kreditnya. Kenapa? Karena mereka bank besar, yang jelas tidak mencari kuantitas nasabah tapi kualitas nasabah yang minim resiko kredit macet yang dicari. Contoh yang lain, bank asing juga termasuk yang punya seleksi ketat dalam menerima calon nasabahnya. Maka, agar mudah untuk mengurus aplikasi kartu kreditnya, untuk tahap pertama kali mengurus kartu kredit usahakan menghindari bank-bank ini kalau Anda ingin cepat diapprove.
2. Pilih bank yang sama dimana tempat Anda menyimpan uang di bank
Jika Anda termasuk orang yang berprofesi bukan karyawan tetap, bukan PNS/ABRI, atau bukan kalangan eksekutif profesional, bank sangat ketat dalam memberikan approval kepada Anda. Kenapa bisa begitu? Karena tidak ada pihak atau korporasi yang memberikan jaminan kepada Anda sehingga bank kebanyakan menolak permohonan aplikasi Anda. Tak peduli misalnya Ada seorang freelance berpenghasilan besar sampai ribuan dolar per bulan melebihi karyawan sekalipun tetap saja akan ditolak. Tak percaya? Saya punya teman yang berbisnis online penghasilannya besar jauh melebihi gaji saya sebagai chief engineer. Sampai sekarang teman saya ini masih kesulitan mengurus kartu kredit. Permohonan dia yang terakhir ke bank BCA sampai sekarang ditolak, tak ada kabar beritanya.
Tapi Anda tak perlu berkecil hati, bukan berarti tidak ada celah buat mensiasatinya agar pihak bank melirik aplikasi permohonan Anda. Tunjukkan kalau Anda adalah nasabah bank itu dimana tempat Anda menyimpan uang. Bank biasanya akan mempertimbangkan untuk mengapprove permohonan kartu kreditnya kalau pemohon adalah nasabahnya sendiri. Terlebih Anda nasabah giro atau yang punya deposito besar disana. Ingat tulisan saya sebelumnya di tulisan ini. Baca “Penagih Hutang Gaya Baru Dari BNI”, bank sangat segan dengan orang yang nyimpan banyak duit di banknya.
3. Usahakan cash flow keuangan di rekening Anda selama tiga bulan terakhir saldo dan lalu-lintasnya besar
Yang tips ini nyambung dengan tips nomor dua. Kalau Anda pekerja freelance atau pebisnis (enterpreneur), umumnya bank akan meminta rekening koran tiga bulan terakhir yang memuat data-data finansial Anda. Jadi, saat Anda hendak mengurus kartu kredit usahakan lalu-lintas (cash flow) keuangan Anda besar. Paling tidak di tiga bulan terakhir. Bank biasanya akan melihat ini untuk melihat kemampuan keuangan Anda sebagai bahan pertimbangan.
4. Cari referensi dari pemegang kartu kredit (card holder)
Bank penerbit kartu kredit tidak jarang sering melakukan promosi member get member (MGM) kepada para nasabah kartu kreditnya. Nah, jangan sia-siakan jika ada kesempatan semacam ini untuk ikut apply jika ada teman yang menawari Anda. Bank umumnya akan mempertimbangkan kalau pemohon kartu kreditnya ada yang merekomendasikannya. Bank menganggap Anda direferensikan oleh pemegang kartu lain maka layak dan jadi pertimbangan bank untuk mendapatkan kartu kredit.
5. Apply penawaran kartu kredit di mal
Kalau Anda sering berpergian ke mal tak jarang menemui marketing bank tertentu yang menawarkan aplikasi kartu kredit. Tidak ada salahnya Anda mencoba menerima tawaran semacam ini. Karena bank memberikan banyak kemudahan dan syarat yang tidak ribet. Biasanya bank hanya meminta foto copy KTP saja sudah cukup. Karena cukup mudah syaratnya maka tidak ada salahnya untuk dicoba.
6. Uruslah kartu kredit di kota dimana Anda tinggal sama seperti KTP Anda
Tidak semua ditolaknya permohonan aplikasi kartu kredit karena alasan finansial. Tak jarang penolakan karena masalah domisili juga jadi bahan pertimbangan bank. Bank biasanya langsung menolak permohonan aplikasi kalau alamat rumah (KTP) calon pemohon kartu kreditnya berasal dari luar kota. Karena bank tentu tak mau ambil resiko besar jika sampai terjadi kredit macet terus kesulitan mencari alamat nasabahnya karena jauh. Jadi, menguruslah kartu kredit di kota tempat tinggal Anda. Jangan di kota perantauan dengan pakai alamat kost atau kontrakan Anda.
7. Pasang telpon (PSTN) di rumah dan kantor Anda
Tips ketujuh ini juga tak kalah penting. Bank sebelum menyetujui permohonan aplikasi Anda biasanya dia akan crosscheck dengan menelpon ke rumah dan kantor Anda. Jika rumah dan kantor Anda ada telponnya dan mudah dihubungi, ini sangat membantu pihak bank untuk memutuskan menyetujui permohonan Anda. Kenapa harus telpon rumah (PSTN)? Karena nomor PSTN umumnya pasca bayar yang terdaftar jelas siapa pemiliknya di Telkom. Jadi lebih trust dibanding telpon seluler yang kebanyakan adalah nomor prabayar. Survey permohonan aplikasi (kartu) kredit, pihak bank akan cek via telpon lebih dulu ke alamat yang ada di data aplikasinya. Jika rumah dan kantor Anda sulit dihubungi maka bank tanpa pikir lebih panjang lagi akan langsung menolak permohonan aplikasi kartu kredit Anda.
Demikian beberapa sharing tips dari saya cara untuk mengurus kartu kredit. Semoga bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan jangan segan untuk bertanya dalam kolom komentar, terima kasih.
18.32 | Label: Tips Perbankan | 0 Comments
Tips Keamanan dengan Kartu Kredit BNI
-
Jangan memberikan nomor kartu kredit melalui telepon kecuali Anda yang berinisiatif menelpon.
-
Jangan mudah memberikan informasi kartu kredit Anda memalui email ataupun website yang tidak Anda kenal dengan baik.
-
Jangan pernah mencatat nomor kartu kredit Anda di tempat umum.
-
Tandatangani kartu kredit Anda segera setelah diterima.
-
Jangan menulis nomor PIN di Kartu Kredit atau dimanapun dekat dengan kartu kredit Anda.
-
Jangan pernah meninggalkan kartu kredit dan bukti transaksi Anda disembarang tempat dan simpan bukti pembelanjaan Anda.
-
Periksa tagihan kartu kredit Anda, pastikan tidak ada tagihan palsu dan tidak ada tagihan yang tanpa bukti pembelanjaannya.
-
Hancurkan dan buang setiap transaksi yang salah dan segala hal catatan mengenai kartu kredit Anda.
-
Jangan pernah menandatangani bukti transaksi yang kosong.
-
Sebaiknya membawa kartu kredit secara terpisah dari dompet Anda dan diletakkan di tempat yang ada risleting atau kantong kecil.
-
Jangan pernah meminjamkan kartu kredit kepada orang lain.
-
Informasikan setiap perubahan data Anda kepada pihak bank penerbit kartu kredit Anda.
-
Jika Kartu Kredit Anda tertelan di mesin ATM, simak beberapa langkah berikut untuk keamanan kartu kredit Anda :
* Segera hubungi BNI Call (021) 500046 atau 68888 melalui ponsel.* Pastikan bahwa petugas Call Center telah memblokir kartu kredit Anda.* Jangan memberi tahu PIN kartu kredit Anda walaupun kepada pegawai BNI. Nomor PIN hanya
untuk Nnasabah dan sifatnya confidential.* Pegawai BNI tidak akan pernah menanyakan PIN untuk keperluan apapun.* Apabila di lokasi ATM ada yang meminta bantuan untuk menerima transfer ke rekening Anda,
kemudian meminta untuk menarik tunai dari kartu kredit Anda, jangan dilayani karena kemungkinan
transfer tersebut merupakan hasil tindak kejahatan.
-
Jika Anda berencana untuk bepergian ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama, informasikan kepada Bank Anda.
-
Simpan hati-hati seluruh Kartu Kredit maupun Kartu ATM, Travellers Cheque, dan passport Anda. Apabila memungkinkan simpan di Safe Deposits Box jika tidak dipergunakan.
-
Jangan meninggalkan Kartu Kredit, ATM, Travellers Cheque, dan Passport Anda di dalam mobil.
-
Segera hubungi bank Anda jika Anda kehilangan Kartu Kredit untuk minta diblokir, dan pastikan tagihan dan transaksi terakhir adalah yang memang Anda lakukan.
-
Informasikan setiap perubahan data Anda kepada pihak Bank Penerbit Kartu Kredit Anda.
-
Bagi Online User, berikut ada beberapa cara untuk melindungi data dan informasi Anda agar selalu aman dari pencurian data atau informasi melalui internet:
* Waspadalah jika Anda menerima email yang meminta informasi tentang rekening Anda,
seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu kredit, ataupun PIN Anda. BNI tidak pernah
meminta informasi rahasia Anda melalui sarana yang tidak aman seperti email.* Jika Anda menerima email yang meminta Anda untuk memberikan informasi tentang rekening Anda
dan mengunjungi situs BNI, pastikan bahwa situs tersebut adalah resmi milik BNI.* Untuk melindungi Anda lebih jauh terhadap penipuan Kartu Kredit melalui internet pastikan Anda
memasukkan alamat URL yang lengkap dalam alamat browser Anda. Jika Anda menerima email
yang berisi peringatan mengenai apapun tentang kartu kredit Anda, jangan membalas atau
mengklik link yang ada dalam email. Tetapi ketik alamat URL BNI yang sebenarnya di browser
Anda.* Untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi BNI Call di (021) 500046 atau
68888 melalui ponsel.
Sumber
18.31 | Label: Tips Perbankan | 0 Comments
Langganan:
Postingan (Atom)