Prospek dan Analisa Bisnis Bakso
Usaha bakso adalah satu diantara bisnis makanan yang masih tumbuh subur sampai sekarang. Prospek usaha bakso masih terbuka lebar, bagi siapa saja yang jeli menangkap peluang ini. Sebagai gambaran, coba
kita tengok di sekeliling rumah atau jalan yang ramai kendaraan di
dekat rumah. Sangat mudah bukan menemukan usaha ini bertebaran
disekeliling kita.
Berikut Gambaran Analisa Usaha Bakso
1. Asumsi bahwa
- Tempat usaha adalah sewa
- Tenaga kerja satu orang
- Modal usaha dari modal sendiri
- Gerobak Rp. 1.000.000
- Gas dan kompor Rp. 500.000
- Meja dan Kursi Rp. 1.000.000
- Peralatan mangkok dan gelas Rp. 750.000
- Peralatan lain Rp. 500.000
- Bahan Makanan 50 porsi x 30 hari x @Rp 4.000 = Rp. 6.000.000
- Sewa tempat Rp. 500.000
- Gaji karyawan satu orang Rp. 750.000
- Transportasi Rp. 300.000
- Penjualan makanan 50porsix30harix Rp7.500 = Rp 11.250.000
- Pengeluaran selama satu bulan Rp 7.550.000
- Laba usaha per bulan Rp 3.700.000
12.24 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Analisa Usaha Usaha Sablon
Menjadi seorang mahasiswa, tentunya tidak menutup peluang bagi Anda untuk bisa merintis sebuah usaha. Berbagai macam peluang bisnis sampingan
bisa Anda jalankan untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya.
Contohnya saja seperti usaha sablon kaos yang bisa Anda mulai dengan
modal ringan dan mendatangkan keuntungan yang cukup besar.
Dalam menjalankan bisnis usaha sablon kaos, bisa dikatakan target pasar yang bisa Anda bidik tidak terbatas. Mulai dari konsumen individu yang ingin membuat kaos satuan dengan desain yang tidak pasaran, menerima pesanan massal seperti untuk seragam perusahaan, seragam panitia acara tertentu, seragam organisasi tertentu (unit kegiatan mahasiswa, karang taruna, remaja masjid, dan lain sebagainya), serta bisa juga menjalin kerjasama dengan para pelaku bisnis distro untuk mensuplay produk kaos unik di lapak dagang yang mereka miliki.
Proses ini dilakukan sebelum mencetak gambar atau desain diatas screen. Tujuannya, agar ketika kita menyapu tinta cetak yang dituangkan diatas screen, maka tinta yang akan turun hanya sebatas pola atau bentuk desain yang telah kita buat. Prosesnya tidak terlalu rumit, antara lain sebagai berikut :
- Bersihkan screen dengan air dan sabun colek/krim, kemudian bersihkan dengan kain spon. Selanjutnya keringkan dengan bantuan sinar matahari (posisi screen berdiri), hal ini perlu dilakukan agar kondisi screen benar-benar kering dan bersih.
- Langkah berikutnya oleskan obat afdruk/ stencil/ photo emulsion screen secukupnya ke bagian depan dan belakang screen (bisa menggunakan Rakel/ penggaris/ coater/ kuas cat agar hasilnya tidak terlalu tebal. Keringkan dengan diangin-angin menggunakan kipas angin atau blower, dan usahakan berada di tempat yang tidak terkena cahaya matahari.
- Siapkan film sablon yang telah dibuat dan rekatkan pada screen yang telah siap di posisi yang anda inginkan. Dalam proses tersebut ada dua langkah yang bisa Anda pilih, yaitu menggunakan penyinaran matahari atau bisa juga dengan cahaya buatan yang berasal dari lampu neon. Urutan untuk penyinaran dengan matahari bisa dilakukan seperti berikut : kaca, film, screen, bantal dengan kain hitam, papan. Sedangkan dengan Lampu neon 2×40 watt, urutannya sama tetapi tidak menggunakan kaca (karena biasanya sudah menggukanan meja afdruk).
- Setelah proses penyinaran, maka image/ bentuk yang anda inginkan akan terlihat di atas screen yang telah diberi obat afdruk tersebut. Terakhir, rontokkan obat afdruk yang masih menutupi image/ bentuk yang anda inginkan, dan segera siram dengan air bertekanan tinggi atau benamkan dalam air untuk merontokkan obat afdruk yang tersisa.
Pada tahapan penyablonan ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan :
- Pertama-tama, plester pinggiran gambar yang akan disablon agar cat tidak mengalir kemana-mana.
- Lalu, letakkan pasta warna/ rubber putih yang sudah dicampur dengan pigment/ warna yang Anda inginkan.
- Sebelumnya, gunakan papan triplex pada bagian dalam kaos agar cat tidak tembus ke bagian belakang.
- Gunakan rakel (alat sapu terbuat dari karet sintetis) untuk menyapu cat. Kemudian keringkan kaos yang telah disablon.
Setelah semua proses sabon selesai, selanjutnya bersihkan screen dengan dicuci menggunakan air yang dituangi obat pencuci screen. Gosok screen dengan kain spon, bilas dengan air bersih dan keringkan dengan bantuan sinar matahari.
Tidak seperti bisnis sablon digital yang membutuhkan bantuan mesin dengan harga yang cukup mahal, usaha sablon manual bisa Anda jalankan dengan menggunakan peralatan sederhana dan bisa dimulai dengan modal usaha yang tidak terlalu besar. Selain itu, tingginya kecintaan masyarakat terhadap produk kaos, menjadikan bisnis sablon ini memiliki prospek pasar yang masih sangat bagus. Tidak heran bila sekarang ini banyak orang yang menganggap prospek usaha sablon ini sebagai salah satu bisnis jangka panjang yang tetap akan dibutuhkan untuk mendukung perkembangan bisnis fashion di Indonesia.
Ketatnya persaingan pasar sering kali menghadirkan sebuah kendala bagi para pelaku usaha jasa sablon. Bahkan bisa dikatakan sekarang ini persaingan yang dihadapi tidak hanya dari sesama pelaku bisnis sablon manual, namun juga dari gempuran persaingan bisnis para pelaku usaha sablon digital yang belakangan ini mulai menawarkan inovasi-inovasi baru kepada para calon konsumen. Untuk itu, sebagai pelaku bisnis sablon manual tentunya Anda harus pintar-pintar memilih strategi pemasaran dan berusaha memberikan nilai lebih kepada para pelanggan Anda.
Yang terpenting dalam menjalankan bisnis sablon kaos secara manual adalah menjaga kulitas hasil kerja dan kualitas bahan kaos yang digunakan. Hal ini penting, mengingat baik buruknya pencitraan bisnis yang Anda miliki akan terbangun dari kualitas produk yang ditawarkan kepada para konsumen. Selanjutnya, peningkatan kualitas tersebut tentunya juga harus disertai dengan peningkatan masalah kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan. Usahakan kualitas hasil kerja yang diberikan sangat bagus dan proses pengerjaannya tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.
Analisa Ekonomi
Proses sablon dilakukan secara manual (screen printing).
Dikerjakan di rumah kontrakan dengan biaya sewa Rp 5.000.000,00
Modal awal
Sewa tempat per tahun Rp 5.000.000,00
Peralatan sablon (screen, rakel, kaca, kuas, dll) Rp 2.000.000,00
Bahan baku sablon (obat afdruk, cat, dll) Rp 750.000,00
Bahan baku kaos (@ Rp 22.000,00 x 40 pcs) Rp 880.000,00+
Total Rp 8.630.000,00
Peralatan mengalami penyusutan setelah digunakan selama 2 tahun :
= 1/24 bln x Rp 2.000.000,00 Rp 83.300,00
Biaya operasional
Stok bahan baku sablon selama 1 bulan Rp 750.000,00
Bahan baku kaos (@ Rp 22.000,00 x 80 pcs) Rp 1.760.000,00
Gaji tenaga kerja 1 orang Rp 750.000,00
Biaya sewa tempat/ bulan Rp 5.000.000.00 : 12 bln Rp 416.700,00
Biaya listrik dan telepon Rp 450.000,00
Biaya transport dan promosi Rp 600.000,00
Biaya penyusutan Rp 83.300,00+
Total Rp 4.810.000,00
Omset per bulan
Penjualan kaos per bulan :
@ Rp 75.000,00 x 80 pcs = Rp 6.000.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 6.000.000,00 - Rp 4.810.000,00 = Rp 1.190.000,00
ROI (Return of Investment)
(Modal awal : laba bersih per bulan) = ± 7 bulan
12.20 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Usaha Jasa Penitipan Anak
Orangtua
yang sibuk bekerja akan menitipkan anak mereka ke tempat penitipan
anak. Untuk usaha ini, yang Anda perlukan adalah tempat yang didesain
khusus untuk anak-anak dan beberapa baby sitter
yang bisa kita dapatkan di agen-agen penyedia baby sitter. Anda harus
jeli atau teliti dalam memilih baby sitter, yang harus Anda cari ialah
baby sitter yang baik, jujur, serta sabar dan kreatif dalam menghadapi
anak kecil.Konsumen untuk usaha ini adalah para orangtua yang sibuk atau tidak mempunyai cukup waktu untuk menjaga buah hati mereka seharian penuh.
- Menyediakan modal untuk membangun tempat usaha atau melakukan renovasi jika Andamenyewa tempat. Usaha ini membutuhkan tempat yang luas, khususnya untuk area bermain anak.
- Mencari baby sitter.
- Membeli perlengkapan yang di butuhkan, misalnya macam-macam permainan anak, tempat tidur anak, alat makan anak, dan lain-lain.
- Merenovasi tempat yang bisa menjadikan anak merasa nyaman.
- Mencari relasi atau melakukan promosi kepada teman atau kerabat Anda.
- Membuat iklan yang menarik dengan mengedepankan kenyamanan dan keamanan buah hati konsumen.
- Melakukan pengecekan setiap hari untuk memantau kegiatan yang dilakukan oleh baby sitter.
Modal awal
Peralatan
Renovasi ruangan Rp 1.000.000.00
Perlengkapan permainan anak Rp 1.000.000,00
Perlengkapan aksesoris anak Rp 1.000.000,00 +
Total Rp 3.000.000,00
Perhitungan laba/rugi per bulan
Pendapatan
10 orang anak @ Rp 600.000,00 Rp 6.000.000,00
Biaya-biaya
Perlengkapan anak Rp 2.000.000,00
Listrik + air Rp 300.000,00
Gaji pegawai 2 orang Rp 1.500.000,00
Gaji juru masak Rp 600.000,00
Telepon Rp 200.000,00
Transportasi Rp 200.000,00 +
Total Rp 4.800.000,00
Laba
Rp 6.000.000,00 - Rp 4.800.000,00 Rp 1.200.000,00
12.17 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Usaha Pembuatan Sandal Spon
Sandal spons adalah alas kaki yang terbuat dari bahan spons, dengan menggunakan tali sandal (serampat) sebagai pengait antara telapak kaki dengan sandal agar tidak terlepas dan sering dipakai banyak orang dalam acara santai, jalan-jalan, berwudlu dll. Berikut adalah tehnik pembuatan sandal spons :
A. Bahan-bahan Untuk Membuat Sandal Spons
Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan sandal spons antara lain:
1. Lembaran Spons kulit untuk lapisan atas sandal
2. Lembaran Spons ati untuk lapisan tengah sandal
3. Spons alas untuk lapisan sandal paling bawah
4. Bisband untuk tali sandal/serampat
5. Selang kecil dipasang pada serampat
B. Alat-alat Untuk Membuat Sandal Spons
Peralatan yang dipergunakan untuk membuat sandal spons adalah:
1. Pisau kecil dengan ujung lancip untuk memotong alas sandal dan melobang tempat tali sandal bagian belakang.
2. Gunting kain untuk memotong spons dan bisban.
3. Sikat baja untuk membuat kasar pada bagian yang mau dilem (direkatkan) agar dapat merekat sempurna dan tidak mudah mengelupas.
4. Lem karet untuk merekatkan lapisan-lapisan spons dan tali sandal.
5. Pres untuk mengepres sepons yang sudah dilem/ditempel.
6. Skrap untuk meratakan lem pada permukaan spons yang mau direkatkan.
7. Palu/martil untuk memukul saat membuat lobang.
8. Balok kayu/papan sebagai alas ketika melobangi alas sandal baik untuk memasang tali sandal maupun pembuatan asesoris.
9. Mal karton untuk mengukur besar kecilnya sandal sesuai ukuran kaki.
10. Mal kayu untuk mengukur tali sandal sesuai ukuran.
11. Alat untuk melobangi semacam pahat ukir untuk membuat lubang tali sandal bagian depan dan untuk membuat asesoris.
12. Gerinda listrik untuk meratakan bekas potongan pada sandal bagian tepi sandal jika bekas potongan yang belum rata.
13. Amplas no 3 untuk menghaluskan bekas potongan sandal bagian tepi.
C. Cara-cara Membuat Sandal Spons
Langkah-langkah pembuatan sandal adalah sebagai berikut:
1. Persiapan alat dan bahan.
2. Memotong lembaran spons dengan ukuran disesuaikan ukuran sandal.
3. Potongan spons yang mau dilem disikat menggunakan sikat baja agar kasar sehingga mudah direkatkan dan daya rekatnya kuat.
4. Merekatkan potongan spons yang sudah disikat dan diolesi lem sampai rata sebanyak 3 lapis dengan urutan : lapisan paling atas menggunakan spons kulit, lapisan kedua dan ketiga menggunakan spons ati.
5. Menggambar desain sandal pada potongan spons kulit (lapisan atas sandal) dengan menjiplak ukuran/mal.
6. Melubangi tempat tali sandal/serampat.
7. Membuat tali sandal/serampat dan memasangnya.
8. Merekatkan lapisan bawah/alas dengan lapisan atas sandal.
9. Memotong sandal sesuai desain.
10. Merapikan bekas potongan (vanishing).
Semoga informasi mengenai usaha membuat sandal spon ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memberikan inspirasi baru bagi para pemula yang tertarik menekuni dunia usaha. Salam sukses.
12.12 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Usaha dari Limbah Kertas dan Kayu

- Mencari limbah kertas atau kayu serta perlengkapan atau peralatan yang anda butuhkan untuk membantu anda.
- Mencari orang untuk membantu anda.
- Menentukan barang yang akan dibuat serta kerangkanya.
- Melakukan promosi.
- Mencari toko aksesoris atau souvenir untuk menitipkan barang anda, jika perlu anda bisa menjualnya secara online.
07.52 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Usaha Kain Perca
Memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku utama pembuatan aneka kerajinan ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan.
Dari kain sisa jahitan yang awalnya tidak bernilai, bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki fungsi dan harga jual cukup tinggi. Misalnya saja seperti bed cover, sarung bantal maupun sprei, keset, serbet, taplak meja, boneka, kotak pensil, dompet handpone, tas, dan lain sebagainya.
Dengan memproduksi aneka macam produk kerajinan kain perca, tentunya Anda bisa membidik pangsa pasar yang cukup luas. Sebut saja produk kebutuhan rumah tangga seperti bed cover, sprei, keset, dan lain-lain bisa Anda pasarkan untuk kalangan ibu-ibu. Sedangkan untuk produk boneka, kotak pensil, tas, dan dompet handpone, bisa Anda tujukan untuk konsumen anak-anak maupun kaum remaja.
Untuk memulai bisnis kerajinan kain perca, ada beberapa persiapan yang harus Anda perhatikan.
- Pertama-tama tentukan ide dan desain produk yang akan Anda produksi. Sesuaikan desain yang Anda buat dengan target pasar yang ingin Anda bidik. Contohnya saja desain warna-warni cerah untuk konsumen anak-anak dan remaja, sedangkan untuk konsumen ibu-ibu bisa memilih desain yang lebih simpel dengan warna yang lebih kalem.
- Perluas pengetahuan dan kemampuan Anda dengan membaca buku-buku kreasi perca maupun searching model-model baru dari internet. Langkah ini cukup penting agar produk Anda tidak ketinggalan zaman.
- Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Mulai dari mesin jahit, benang, jarum, gunting, dan lain sebagainya.
- Jalin kerjasama dengan pemasok kain perca. Bisa saja Anda mendapatkan kain perca dari tukang jahit di sekitar kota Anda, atau dari toko-toko kain yang memiliki sisa potongan kain cukup banyak.
Cara Membuat Kerajinan Keset Dari Kain Perca
- Potong kain perca berbentuk segi empat dengan ukuran kurang lebih 5 x 5 cm atau 8 x 8 cm, bisa disesuaikan keinginan Anda.
- Lipat diagonal potongan kain perca tersebut membentuk segitiga seperti yang terlihat pada gambar (a), kemudian lipat kain ke dalam hingga membentuk seperti gambar (b) dan kembali lipat sampai seperti gambar (c).
- Lakukan kegiatan diatas sebanyak-banyaknya.
- Sebagai alas keset, Anda bisa menggunakan kain perca dengan ukuran yang lebih besar dan dibentuk sesuai degan keinginan. Misalnya saja berbentuk oval, segi empat, kupu-kupu, ikan, atau pola unik lainnya.
- Kemudian sambungkan potongan-potongan kain perca yang telah dibentuk seperti gambar (c), sehingga memenuhi bentuk pola yang telah disiapkan.
- Bila pola sudah terhias dengan cantik, produk siap dikemas dan dipasarkan.
Bisnis kerajinan kain perca termasuk salah satu peluang usaha yang bisa dijalankan dengan modal kecil namun menjanjikan untung yang cukup besar bagi pelakunya. Bahan baku kain perca bisa Anda dapatkan dengan harga murah meriah dari para penjahit maupun pabrik konveksi yang ada di sekitar lokasi Anda. Bahkan bila Anda sudah menjalin hubungan baik dengan pelaku bisnis konveksi, pasokan potongan kain sisa bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma alias gratisan dari rekanan bisnis Anda.
Kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha yaitu tingkat persaingan produk yang semakin ketat. Saat ini sudah banyak pelaku bisnis yang memproduksi aneka macam barang daur ulang untuk merebut perhatian konsumen. Selain itu, terkadang bahan kain perca yang Anda dapatkan tidak semuanya berkualitas bagus. Hal ini membuat kualitas produk Anda juga akan ikut menurun. Karenanya untuk menghindari resiko tersebut, sebelumnya lakukanlah penyortiran untuk memisahkan kain perca yang berkualitas bagus dan yang kurang berkualitas.
Dalam memasarkan produk kerajinan daur ulang, Anda bisa menitipkan hasil kreasi yang telah dibuat ke beberapa kios souvenir maupun toko perabot rumah tangga yang ada di sekitar lokasi bisnis Anda. Dengan strategi pemasaran tersebut, Anda bisa menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) maupun sistem jual putus kepada partner bisnis Anda. Selanjutnya Anda juga bisa memperluas pasar dengan mengikuti berbagai kegiatan pameran maupun bazar produk UKM yang diadakan pihak pemerintah maupun swasta. Melalui event seperti pameran dan bazar, Anda bisa mengenalkan produk kerajinan daur ulang kain perca kepada masyarakat luas, sehingga peluang Anda untuk mendapatkan pelanggan maupun partner kerja yang cukup potensial semakin terbuka lebar.
Strategi promosi juga bisa Anda jalankan melalui jaringan internet. Sekarang ini peran media online bagi pemasaran produk sudah tidak perlu diragukan lagi, jadi Anda bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuat website, blog, facebook, twitter, atau bergabung dengan forum-forum diskusi via online untuk memperluas peluang pasar yang Anda miliki.
Analisa Ekonomi
Asumsi
Produksi dilakukan di rumah pribadi tanpa biaya sewa tempat usaha.
Dibantu oleh 1 orang karyawan penjahit.
Modal awal
1 unit mesin jahit Rp 2.500.000,00
Etalase display produk Rp 1.000.000,00
Perlengkapan jahit (gunting, jarum,dll) Rp 500.000,00
Stok awal bahan baku (kain perca, benang) Rp 2.000.000,00 +
Total Rp 6.000.000,00
Peralatan dan perlengkapan mengalami penyusutan sebagai berikut :
Mesin jahit : 1/36 x Rp 2.500.000,00 Rp 69.500,00
Etalase : 1/36 x Rp 1.000.000,00 Rp 27.800,00
Perlengkapan jahit : 1/12 x Rp 500.000,00 Rp 41.700,00 +
Total Rp 139.000,00
Biaya operasional per bulan
Bahan baku : kain perca, benang, aksesoris Rp 3.000.000,00
Kemasan produk Rp 600.000,00
Biaya gaji karyawan Rp 750.000,00
Biaya listrik Rp 300.000,00
Biaya promosi (kartu nama, brosur, dll) Rp 500.000,00
Biaya penyusutan Rp 139.000,00 +
Total Rp 5.289.000,00
Omset per bulan
Penjualan keset (@ 45.000,00/kodi x 15) Rp 675.000,00
Bed cover (@ Rp 400.000,00 x 8 buah) Rp 3.200.000,00
Sprei (@ Rp 150.000,00 x 10 set) Rp 1.500.000,00
Taplak meja (@ Rp 30.000,00 x 20 pcs) Rp 600.000,00
Tas perca (@ Rp 75.000,00 x 10 pcs) Rp 750.000,00
Dompet handphone (@ Rp 15.000,00 x 50) Rp 750.000,00 +
Total Rp 7.475.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 7.175.000,00 - Rp 5.289.000,00 = Rp 2.186.000,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 3 bulan
Sumber
07.50 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Usaha Loundry yang Kian Menjamur
Seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung tidak memiliki banyak waktu untuk mencuci baju-baju kotornya, bisnis laundry tentu menjadi salah satu jenis usaha yang tidak pernah berhenti dicari konsumen. Inilah yang membuat jumlah franchise laundry kian menjamur.
- Siapkan lokasi usaha yang strategis. Misalnya dengan memilih lokasi yang ada di sekitar kost mahasiswa, pemukiman warga, atau dekat dengan perkantoran maupun pusat kota. Sebab, konsumen potensial Anda adalah kalangan masyarakat yang memiliki tingkat kesibukan cukup tinggi (seperti masyarakat yang tinggal di perkotaan).
- Lakukan survey pasar sebelum akhirnya memilih brand dari franchise laundry yang akan Anda ikuti. Saat ini banyak franchisor (penyelenggara kemitraan) jasa laundry yang menawarkan berbagai macam investasi cukup menggiurkan, namun belum tentu semuanya memberikan untung besar. Karena itu sebaiknya cari informasi tentang profil perusahaan tersebut, mulai dari siapa pemiliknya, berapa lama mulai berjalan, bagaimana SOP yang ditawarkan, bagaimana laporan keuangannya, dan seberapa besar respon masyarakat terhadap brand tersebut. Sehingga Anda tidak salah memilih kemitraan.
- Ikutilah program training (pelatihan) karyawan yang diberikan franchisor. Hal ini sangat penting, mengingat pelatihan tersebut menjadi bekal Anda agar dapat menjalankan usaha sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan franchisor.
- Siapkan modal usaha yang cukup. Meskipun dengan membayar dana investasi yang ditentukan investor hampir semua keperluan usaha sudah disiapkan mereka. Namun sebaiknya Anda juga memiliki dana cadangan sebagai tambahan modal selama menjalankan usaha. Sebab, persaingan bisnis franchise laundry sudah semakin besar sehingga pengembangan usaha juga sangat dibutuhkan ketika menjalankan sebuah kemitraan.
Analisa Ekonomi
Asumsi
Berikut adalah analisa ekonomi dari penawaran franchise dengan brand “Simply Fresh Laundry”
Modal awal
Biaya investasi standar Rp 109.000.000,00
Biaya Operasional Per Bulan
Royalti 8 % dari omset Rp 1.960.800,00
Detergen, pewangi, plastik Rp 1.225.500,00
Listrik Rp 1.000.000,00
Gaji pegawai (5 orang @ Rp 700.000,00) Rp 3.500.000,00
Lain-lain Rp 490.200,00
Sewa tempat & operasional Rp 1.960.800,00 +
Total Rp 10.137.300,00
Omset per bulan
Pendapatan kiloan (98 kg/hari x Rp 6.500,00 x 30 hr) Rp 19.110.000,00
Pencucian perpotong (20 potong x Rp 9.000,00 x 30 hr) Rp 5.400.000,00 +
Total Rp 24.510.000,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 8 bulan
07.45 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Usaha Bisnis Kue
Memulai usaha membuat kue dapat menjadi salah satu pilihan
bagi para wanita yang ingin mencoba berwiraswasta. Atau dapat pula
dicoba oleh ibu rumah tangga yang ingin mendapat penghasilan tambahan.
Bisnis ini sangat cocok untuk para wanita karena Anda dapat tetap
mengawasi anak tercinta dan tidak kehilangan banyak waktu karena Anda
dapat memulai bisnis ini di rumah. Untuk mencoba menjalankannya tidak
terlalu sulit karena ternyata ada banyak kemudahan dalam bisnis ini.
Bisnis makanan memang tidak pernah mati. Saat terjadinya krisis ekonomi,
bisnis ini tetap berjalan, karena bagaimana pun manusia memerlukan
makanan untuk kelangsungan hidup. Banyak pula pengusaha yang berhasil
karena menekuni bisnis ini, mereka umumnya mulai dari kecil tetapi
karena ketekunan, strategi yang
baik, kreativitas, mereka dapat menikmati hasil yang baik. Tempat
berjualannya bisa di berbagai tempat, mulai dari kawasan perumahan
sampai mal yang mewah, berbagai kue dijajakan mulai dari roti, donat,
cake, burger yang selalu dikunjungi.
Keuntungan Bisnis Kue
Mengapa memilih bisnis kue? Beberapa alasan berikut bisa menjadi pertimbangan Anda untuk mulai tertarik membuka bisnis kue.
Modal Kecil
Salah satu kendala yang sering dihadapi seseorang untuk mulai berwiraswasta adalah perlunya modal yang besar untuk memulainya. Tetapi, dalam bisnis kue ini, hanya dengan ratusan ribu saja Anda dapat memulai mencoba bisnis ini. Hal ini karena Anda hanya perlu membeli bahan baku kue yang harganya tidak mahal dan membuatnya menjadi kue yang layak untuk dijual.
Investasi Yang Diperlukan Sedikit
Dalam bisnis ini, investasi yang diperlukan untuk kelangsungan usaha adalah peralatan masak atau alat pemanggang seperti oven. Investasi hanya perlu sedikit, karena kebanyakan ibu rumah tangga sudah memiliki berbagai peralatan masak yang biasa digunakan sehari-hari. Maka, pemulai bisnis ini tidak perlu membeli lagi untuk memulai usaha menjual kue.
Mudah Dalam Membuat Kue
Salah satu kendala yang dihadapi adalah merasa tidak berbakat untuk membuat kue atau tidak pandai memasak. Hal ini sebenarnya bukanlah kendala, karena membuat kue dapat dilakukan oleh siapa saja. Misalnya, Anda dapat mencoba menjual gorengan atau kue lain yang mudah dicoba. Belum lagi, kue tradisional yang banya disukai dan mudah dibuat. Anda dapat mencobanya dengan melihat buku resep yang bayak dijual di toko buku atau mengikuti kursus masak untuk menambah pengetahuan dan rasa percaya diri Anda.
Saat ini kursus masak bukan hanya diikuti oleh orang yang mempunyai hobi masak, tetapi kebanyakan diikuti oleh orang yang ingin memulai usaha kuliner. Banyak pula para karyawati yang ingin menambah penghasilan dengan menjual hasil masakannya. Alternatif lain adalah dengan menggunakan paket kue yang sudah dijual atau ada pula yang membeli kue yang setengah atau sudah jadi dan Anda hanya perlu menghias untuk menambah daya tarik kue tersebut.
Pangsa Pasar Besar
Kebiasan ngemil atau makan makanan kecil sangat umum di dalam masyarakat. Kebiasaan ini memberi keuntungan bagi para pengusaha kuliner. Kue biasa diperlukan dalam acara-acara seperti arisan, pesta, seminar atau saat kumpul keluarga. Anak-anak juga memerlukan bekal saat berangkat sekolah dan kue menjadi salah satu pilihan untuk mereka atau saat istirahat, anak sekolah umumnya membeli kue-kue untuk dimakan. Karyawan di kantor pun biasa membeli kue-kue untuk mengisi waktu senggang.
Resiko Kecil
Khususnya untuk kue kering, apabila belum habis, kue tidak rusak dan masih dapat dijual sampai beberapa hari. Sedangkan, untuk kue basah memang risiko lebih besar karena mudah rusak, tetapi bila tidak habis dapat dinikmati untuk keluarga. Ini membuat risiko yang harus ditanggung tidak besar. Tetapi, memang diperlukan perhitungan kue yang dibuat agar tidak berlebih atau terbuang menjadi terlalu banyak.
Keuntungan Besar
Bisnis kuliner memang menguntungkan. Anda dapat memperoleh keuntungan sampai 50%. Keuntungan yang tidak sedikit. Dapat dibayangkan bila usaha Anda maju dan memperoleh omzet yang besar, tentu keuntungan Anda dapat menunjang kehidupan keluarga. Jadi layak dipertimbangkan untuk mencobanya.
Langkah Memulai Bisnis Kue
Kini, setelah Anda memutuskan untuk mencoba bisnis ini, langkah awal adalah mulai untuk membuat perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Salah satu yang terpenting adalah menentukan harga jual kue. Bila terlalu mahal, tentu sedikit orang yang akan membeli ditambah lagi mereka masih belum tahu bagaimana rasa kue tersebut. Sebaliknya, bila terlalu murah, Anda akan menderita kerugian sehingga kelangsungan bisnis terancam.
Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam memulai bisnis ini adalah harga bahan baku kue, peralatan memasak yang perlu dibeli, biaya untuk promosi (cetak selebaran, diskon, contoh kue, dan lainnya), bagaimana teknik penjualan (apakah dengan menitipkan pada toko, di depan rumah atau dengan sewa tempat), teknik pengepakan agar kualitas kue tetap terjaga dan tidak rusak. Bila usaha ini sudah berjalan, perhitungkan juga biaya penyusutan dari peralatan masak karena semakin lama tentu peralatan memasak akan rusak, biaya operasional setiap bulan (biaya sewa, bayar pegawai, dan biaya lainnya), penerimaan per bulan, dan keuntungan yang diperoleh.
Sebagai seorang wiraswasta, Anda juga dituntut untuk kreatif agar mampu bersaing dengan pengusaha lainnya. Dalam bisnis ini, Anda dapat berkreativitas untuk menawarkan rasa yang berbeda, tampilan yang menarik atau dengan kemasan yang unik. Kontrol keuangan serta kualitas juga sangat penting. Jangan karena sudah laku, kualitas rasa atau kebersihan tidak terjaga sehingga Anda dapat ditinggalkan oleh konsumen. Secara periodik, evaluasi trend pasar dan harga agar kue Anda tetap dapat dinikmati dan harganya tetap terjangkau.
Membuka bisnis sendiri memang butuh upaya dan selalu penuh risiko. Namun, dengan berani mencoba, percaya diri, dan kreatifitas, Anda dapat mencoba mencicipi mencoba manisnya bisnis kue.
07.44 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Kunci Sukses Franchise Makanan Tradisional
Tak perlu heran melihat restoran soto kudus, restoran masakan padang, kedai bakso malang, bahkan gerai donat, dan sate jamur dengan nama usaha yang sama, tersebar di beberapa tempat di satu kota, bahkan di berbagai belahan dunia lainnya. Bisa jadi, cabang-cabang restoran dan gerai makanan itu dibuka sendiri oleh si pemilik usaha. Tapi, bukan tidak mungkin merupakan waralaba yang dibeli pihak lain.
Jika dulu hanya "segelintir" orang yang berbisnis waralaba, karena bisnis waralaba kebanyakan berasal dari luar negeri dan membutuhkan dana sangat besar, kini bisnis waralaba justru berkembang pesat. Menurut Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dip. IFP., advisor lembaga keuangan First Principal Financial Singapura, hal ini disebabkan orang yang membeli waralaba, yang disebut pewaralaba atau franchisee, tak perlu memulai usahanya dari nol.
Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.
Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.
Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.
Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.
Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.
Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba.
Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap.
Saat usaha baru berjalan, biasanya perputaran modal belum berjalan lancar. Daripada usaha langsung tutup karena kekurangan modal, lebih baik sediakan dana cadangan. Menurut Zizi, pastikan memiliki modal yang cukup, setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Jika membutuhkan Rp 10 juta untuk modal berwaralaba, misalnya, sebaiknya Anda mempersiapkan dana sebesar Rp 30 juta.
Hitung berapa keuntungan per bulan yang didapatkan dari usaha waralaba ini. Jika hasilnya memang bagus, silakan melangkah lebih lanjut.
Sebaiknya, pilih terwaralaba yang tidak membutuhkan banyak inventori, misalnya, mesin-mesin dan barang besar. Sebab, akan membutuhkan modal lebih banyak lagi. Lebih baik menjalankan usaha yang padat karya daripada padat modal.
Meski semua ilmu dari terwaralaba sudah ditransfer pada Anda, tetap harus kreatif dalam mencari pelanggan, disiplin membuat laporan keuangan, dan menerapkan aturan main yang sudah ditetapkan. Jangan terlalu percaya diri, sebab membeli waralaba yang bagus bukan jaminan makanan Anda akan selalu laris, jika tak dibarengi dua hal ini. Namun, bukan berarti Anda bebas menjual hasil masakan kreasi sendiri tanpa seizin terwaralaba. Ingat, Anda membawa nama dan imej terwaralaba.
Agar laris, pilih waralaba yang menjual jenis makanan yang banyak digemari dan tidak terlalu sulit dibuat. Antara lain, mi, ayam goreng, daging sapi, soto, dan donat, atau kue. Selain itu, teliti lebih lanjut berapa orang pelanggan yang datang ke tempat terwaralaba yang Anda incar.
Pembeli yang datang tentu mengharapkan makanan di cabang milik Anda memiliki rasa dan kualitas layanan yang sama dengan pemilik usaha aslinya. Jadi, kontrol terus kualitas makanan dan manajemen agar pembeli tak kecewa. Mutu daging dan cara membakar wijen, misalnya, harus sama dengan yang dijalankan terwaralaba. Oleh sebab itu, patuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan terwaralaba.
Agar lebih terkontrol dan menghindari kecurangan dalam keuangan, kelola sendiri waralaba yang Anda beli, dan jangan diserahkan kepada orang lain.
Di Indonesia, modal untuk membeli waralaba lebih kecil dibandingkan di luar negeri, yaitu Rp 10-400 juta. Uang itu sudah termasuk antara lain initial fee, renovasi, suplai, inventori, deposit biaya sebelum memulai bisnis, dan biaya pelatihan tenaga kerja. Setelah usaha berjalan, ada pula biaya royalti (royalty fee), yang besarnya 2-15 persen dari penjualan.
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.
07.38 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Bisnis Energi Biogas dari Limbah Ternak
Gonjang-ganjing permasalahan harga
minyak bumi dunia yang tidak stabil, menyebabkan harga bahan bakar
minyak dalam negeri semakin hari melambung kian tinggi. Kondisi inilah
yang belakangan menjadi perhatian khusus dari beberapa kelompok
masyarakat, sehingga tidak sedikit dari mereka yang sekarang ini mulai
berinovasi dan berkreasi menciptakan energi alternatif berbahan baku nabati yang harganya relatif lebih terjangkau.
Seperti kita ketahui bersama, negara Indonesia
memiliki limpahan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan
baku bioenergi. Salah satunya saja seperti energi alternatif berupa gas
methan atau biogas
yang dihasilkan dari limbah kotoran hewan ternak, sebagai bahan bakar
pengganti minyak tanah dan gas elpiji serta menjadi sumber energi
listrik di beberapa daerah terpencil.
Konsumen
INFO BISNIS
Energi alternatif biogas sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi beberapa negara tetangga. Teknologi ini sudah dikembangkan sejak puluhan tahun yang lalu di negara Inggris, Rusia, Amerika Serikat, serta beberapa negara di benua Asia seperti Taiwan, Cina, Korea, dan lain sebagainya.
Biogas sendiri didefinisikan sebagai gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang dihasilkan dari penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, jerami, sekam, dan daun-daun hasil sortiran sayur yang difermentasi atau mengalami proses metanisasi dengan bantuan biodigester. Proses penguraian material organik dilakukan dengan sistem anaerob (tanpa oksigen), dan biogas akan terbentuk pada hari ke 4-5 setelah biodigester terisi penuh. Biasanya biogas yang dihasilkan biodigester terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-45%), serta sejumlah gas kecil lainnya seperti H2, N2,dan H2S.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis energi alternatif berupa biogas dari limbah. Berikut ini kami informasikan salah satu cara pembuatan biogas dari limbah ternak yang bisa Anda praktekan dari rumah.
Membuat Biogas Dari Limbah Ternak
- Persiapkan reaktor biogas (biodigester) dengan membuat lubang reaktor berukuran (panjang 4 m, lebar 1,1 m dan kedalaman 1,2 m). Sedangkan meja tabung plastik penampung gas berukuran (panjang 3 m, lebar 1,2 m dan diameter 1,2 m). Siapkan drum untuk tempat pencampuran kotoran sapi dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Setelah perlengkapan telah siap, selanjutnya buat campuran kotoran ternak 2000 liter yang dicampur dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Masukan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas dalam reaktor (secara anaerob). Usahakan temperatur, pH, pengadukan, dan bahan-bahan penghambat, diperhatikan dengan baik. Proses ini sebaiknya berlangsung pada kisaran suhu 5°C – 55°C, adapun suhu temperatur optimum untuk menghasilkan biogas yaitu 35°C.
- Setelah kurang lebih 10 hari, reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Dan biogas pun sudah dapat digunakan untuk menghidupkan kompor biogas.
- Sekali-kali reaktor biogas digoyangkan agar terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas.
- Pengisian bahan biogas selanjutnya bisa dilakukan setiap hari, sebanyak ±40 liter setiap pagi dan sore. Sisa pengolahan bahan biogas yang berupa lumpur secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Limbah tersebut bisa Anda gunakan sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.
Sebagai energi alternatif, biogas memiliki sifat yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi efek rumah kaca. Bahkan jika dibandingkan dengan minyak tanah, api biru yang dihasilkan biogas juga lebih bersih dan tidak menghasilkan asap, sehingga kebersihan udara di sekitar masyarakat akan tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, energi yang dihasilkan biogas juga bisa dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik. Besarnya energi setara dengan 60-100 watt lampu selama 6 jam penerangan, sehingga bisnis energi alternatif biogas ini bisa menggantikan bahan bakar minyak serta penghasil energi listrik di kawasan daerah terpencil. Tidak hanya itu saja, limbah biogas yang berubah menjadi slurry (lumpur) mengandung banyak nutrisi, sehingga cocok bila digunakan sebagai pupuk oraganik bagi industri pertanian.
Kekurangan Bisnis
STRATEGI PEMASARAN
Untuk strategi pemasaran, Anda bisa merangkul masyarakat daerah dalam mempromosikan manfaat biogas sebagai bahan bakar maupun energi listrik alternatif. Sebagai contoh sederhana, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPBSU) kini mulai aktif mensosialisasikan penggunaan biogas kepada 7.000 anggotanya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang harganya semakin hari semakin meninggi.
Melalui pendekatan langsung kepada para konsumen, KPBSU mengarahkan masyarakat untuk membangunan instalasi biogas sebagai sumber energi alternatif yang biayanya lebih terjangkau. Program tersebut ternyata cukup berhasil, sehingga sebagian besar peternak sapi di daerah Bandung dan sekitarnya mulai terbebas dari gas elpiji dan beralih memanfaatkan energi biogas untuk kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
Kunci sukses
Analisa Ekonomi
Asumsi
Digester biogas menghasilkan 7,92 m3 gas = 4,3 L minyak tanah/hari
Harga biogas setara dengan 1 liter minyak tanah (Rp 11.500,00)
Limbah biogas (slurry) dijadikan pupuk Rp 25.000,00/karung
Modal awal
2 ekor sapi x @ Rp 5.000.000,00 Rp 10.000.000,00
Pembuatan digester biogas :
Material (Batu, pasir, semen, besi beton, dll) Rp 5.000.000,00
Material instalasi (pipa, stop kran, klem, dll) Rp 1.000.000,00
Peralatan (ember, cangkul, sekop, dll) Rp 150.000,00
Jasa tukang (3 orang x Rp 250.000,00) Rp 750.000,00 +
Total Rp 16.900.000,00
Digester biogas mengalami penyusutan setelah 5 tahun :
1/60 bulan x Rp 6.900,000,00 = Rp 115.000,00/bln
Biaya operasional per bulan
Perlengkapan Rp 500.000,00
Biaya karyawan (@ Rp 800.000,00 x 2 org) Rp 1.600.000,00
Biaya transportasi (@ Rp 25.000,00 x 30 hr) Rp 750.000,00
Biaya penyusutan digester Rp 115.000,00+
Total Rp 2.965.000,00
Omset per bulan
Omset produksi biogas per bulan :
30 hari x 7,92 m3 (4,3 L) x Rp 11.500,00 Rp 1.483.500,00
Omset pupuk kandang :
30 hari x Rp 25.000,00 x 5 karung Rp 3.750.000,00 +
Total omset per bulan Rp 5.233.500,00
Laba bersih per bulan
Rp 5.233.500,00 - Rp 2.965.000,00 = Rp 2.268.500,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 7,5 bulan
07.34 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Bisnis Energi Biogas dari Limbah Ternak
Gonjang-ganjing permasalahan harga
minyak bumi dunia yang tidak stabil, menyebabkan harga bahan bakar
minyak dalam negeri semakin hari melambung kian tinggi. Kondisi inilah
yang belakangan menjadi perhatian khusus dari beberapa kelompok
masyarakat, sehingga tidak sedikit dari mereka yang sekarang ini mulai
berinovasi dan berkreasi menciptakan energi alternatif berbahan baku nabati yang harganya relatif lebih terjangkau.
Seperti kita ketahui bersama, negara Indonesia
memiliki limpahan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan
baku bioenergi. Salah satunya saja seperti energi alternatif berupa gas
methan atau biogas
yang dihasilkan dari limbah kotoran hewan ternak, sebagai bahan bakar
pengganti minyak tanah dan gas elpiji serta menjadi sumber energi
listrik di beberapa daerah terpencil.
Konsumen
INFO BISNIS
Energi alternatif biogas sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi beberapa negara tetangga. Teknologi ini sudah dikembangkan sejak puluhan tahun yang lalu di negara Inggris, Rusia, Amerika Serikat, serta beberapa negara di benua Asia seperti Taiwan, Cina, Korea, dan lain sebagainya.
Biogas sendiri didefinisikan sebagai gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang dihasilkan dari penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, jerami, sekam, dan daun-daun hasil sortiran sayur yang difermentasi atau mengalami proses metanisasi dengan bantuan biodigester. Proses penguraian material organik dilakukan dengan sistem anaerob (tanpa oksigen), dan biogas akan terbentuk pada hari ke 4-5 setelah biodigester terisi penuh. Biasanya biogas yang dihasilkan biodigester terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-45%), serta sejumlah gas kecil lainnya seperti H2, N2,dan H2S.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis energi alternatif berupa biogas dari limbah. Berikut ini kami informasikan salah satu cara pembuatan biogas dari limbah ternak yang bisa Anda praktekan dari rumah.
Membuat Biogas Dari Limbah Ternak
- Persiapkan reaktor biogas (biodigester) dengan membuat lubang reaktor berukuran (panjang 4 m, lebar 1,1 m dan kedalaman 1,2 m). Sedangkan meja tabung plastik penampung gas berukuran (panjang 3 m, lebar 1,2 m dan diameter 1,2 m). Siapkan drum untuk tempat pencampuran kotoran sapi dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Setelah perlengkapan telah siap, selanjutnya buat campuran kotoran ternak 2000 liter yang dicampur dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Masukan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas dalam reaktor (secara anaerob). Usahakan temperatur, pH, pengadukan, dan bahan-bahan penghambat, diperhatikan dengan baik. Proses ini sebaiknya berlangsung pada kisaran suhu 5°C – 55°C, adapun suhu temperatur optimum untuk menghasilkan biogas yaitu 35°C.
- Setelah kurang lebih 10 hari, reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Dan biogas pun sudah dapat digunakan untuk menghidupkan kompor biogas.
- Sekali-kali reaktor biogas digoyangkan agar terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas.
- Pengisian bahan biogas selanjutnya bisa dilakukan setiap hari, sebanyak ±40 liter setiap pagi dan sore. Sisa pengolahan bahan biogas yang berupa lumpur secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Limbah tersebut bisa Anda gunakan sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.
Sebagai energi alternatif, biogas memiliki sifat yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi efek rumah kaca. Bahkan jika dibandingkan dengan minyak tanah, api biru yang dihasilkan biogas juga lebih bersih dan tidak menghasilkan asap, sehingga kebersihan udara di sekitar masyarakat akan tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, energi yang dihasilkan biogas juga bisa dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik. Besarnya energi setara dengan 60-100 watt lampu selama 6 jam penerangan, sehingga bisnis energi alternatif biogas ini bisa menggantikan bahan bakar minyak serta penghasil energi listrik di kawasan daerah terpencil. Tidak hanya itu saja, limbah biogas yang berubah menjadi slurry (lumpur) mengandung banyak nutrisi, sehingga cocok bila digunakan sebagai pupuk oraganik bagi industri pertanian.
Kekurangan Bisnis
STRATEGI PEMASARAN
Untuk strategi pemasaran, Anda bisa merangkul masyarakat daerah dalam mempromosikan manfaat biogas sebagai bahan bakar maupun energi listrik alternatif. Sebagai contoh sederhana, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPBSU) kini mulai aktif mensosialisasikan penggunaan biogas kepada 7.000 anggotanya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang harganya semakin hari semakin meninggi.
Melalui pendekatan langsung kepada para konsumen, KPBSU mengarahkan masyarakat untuk membangunan instalasi biogas sebagai sumber energi alternatif yang biayanya lebih terjangkau. Program tersebut ternyata cukup berhasil, sehingga sebagian besar peternak sapi di daerah Bandung dan sekitarnya mulai terbebas dari gas elpiji dan beralih memanfaatkan energi biogas untuk kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
Kunci sukses
Analisa Ekonomi
Asumsi
Digester biogas menghasilkan 7,92 m3 gas = 4,3 L minyak tanah/hari
Harga biogas setara dengan 1 liter minyak tanah (Rp 11.500,00)
Limbah biogas (slurry) dijadikan pupuk Rp 25.000,00/karung
Modal awal
2 ekor sapi x @ Rp 5.000.000,00 Rp 10.000.000,00
Pembuatan digester biogas :
Material (Batu, pasir, semen, besi beton, dll) Rp 5.000.000,00
Material instalasi (pipa, stop kran, klem, dll) Rp 1.000.000,00
Peralatan (ember, cangkul, sekop, dll) Rp 150.000,00
Jasa tukang (3 orang x Rp 250.000,00) Rp 750.000,00 +
Total Rp 16.900.000,00
Digester biogas mengalami penyusutan setelah 5 tahun :
1/60 bulan x Rp 6.900,000,00 = Rp 115.000,00/bln
Biaya operasional per bulan
Perlengkapan Rp 500.000,00
Biaya karyawan (@ Rp 800.000,00 x 2 org) Rp 1.600.000,00
Biaya transportasi (@ Rp 25.000,00 x 30 hr) Rp 750.000,00
Biaya penyusutan digester Rp 115.000,00+
Total Rp 2.965.000,00
Omset per bulan
Omset produksi biogas per bulan :
30 hari x 7,92 m3 (4,3 L) x Rp 11.500,00 Rp 1.483.500,00
Omset pupuk kandang :
30 hari x Rp 25.000,00 x 5 karung Rp 3.750.000,00 +
Total omset per bulan Rp 5.233.500,00
Laba bersih per bulan
Rp 5.233.500,00 - Rp 2.965.000,00 = Rp 2.268.500,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 7,5 bulan
07.34 | Label: Wirausaha | 0 Comments
Peluang Bisnis Energi Biogas dari Limbah Ternak
Gonjang-ganjing permasalahan harga
minyak bumi dunia yang tidak stabil, menyebabkan harga bahan bakar
minyak dalam negeri semakin hari melambung kian tinggi. Kondisi inilah
yang belakangan menjadi perhatian khusus dari beberapa kelompok
masyarakat, sehingga tidak sedikit dari mereka yang sekarang ini mulai
berinovasi dan berkreasi menciptakan energi alternatif berbahan baku nabati yang harganya relatif lebih terjangkau.
Seperti kita ketahui bersama, negara Indonesia
memiliki limpahan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan
baku bioenergi. Salah satunya saja seperti energi alternatif berupa gas
methan atau biogas
yang dihasilkan dari limbah kotoran hewan ternak, sebagai bahan bakar
pengganti minyak tanah dan gas elpiji serta menjadi sumber energi
listrik di beberapa daerah terpencil.
Konsumen
INFO BISNIS
Energi alternatif biogas sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi beberapa negara tetangga. Teknologi ini sudah dikembangkan sejak puluhan tahun yang lalu di negara Inggris, Rusia, Amerika Serikat, serta beberapa negara di benua Asia seperti Taiwan, Cina, Korea, dan lain sebagainya.
Biogas sendiri didefinisikan sebagai gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang dihasilkan dari penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, jerami, sekam, dan daun-daun hasil sortiran sayur yang difermentasi atau mengalami proses metanisasi dengan bantuan biodigester. Proses penguraian material organik dilakukan dengan sistem anaerob (tanpa oksigen), dan biogas akan terbentuk pada hari ke 4-5 setelah biodigester terisi penuh. Biasanya biogas yang dihasilkan biodigester terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-45%), serta sejumlah gas kecil lainnya seperti H2, N2,dan H2S.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis energi alternatif berupa biogas dari limbah. Berikut ini kami informasikan salah satu cara pembuatan biogas dari limbah ternak yang bisa Anda praktekan dari rumah.
Membuat Biogas Dari Limbah Ternak
- Persiapkan reaktor biogas (biodigester) dengan membuat lubang reaktor berukuran (panjang 4 m, lebar 1,1 m dan kedalaman 1,2 m). Sedangkan meja tabung plastik penampung gas berukuran (panjang 3 m, lebar 1,2 m dan diameter 1,2 m). Siapkan drum untuk tempat pencampuran kotoran sapi dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Setelah perlengkapan telah siap, selanjutnya buat campuran kotoran ternak 2000 liter yang dicampur dengan air (perbandingan 1 : 1).
- Masukan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas dalam reaktor (secara anaerob). Usahakan temperatur, pH, pengadukan, dan bahan-bahan penghambat, diperhatikan dengan baik. Proses ini sebaiknya berlangsung pada kisaran suhu 5°C – 55°C, adapun suhu temperatur optimum untuk menghasilkan biogas yaitu 35°C.
- Setelah kurang lebih 10 hari, reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Dan biogas pun sudah dapat digunakan untuk menghidupkan kompor biogas.
- Sekali-kali reaktor biogas digoyangkan agar terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas.
- Pengisian bahan biogas selanjutnya bisa dilakukan setiap hari, sebanyak ±40 liter setiap pagi dan sore. Sisa pengolahan bahan biogas yang berupa lumpur secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Limbah tersebut bisa Anda gunakan sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.
Sebagai energi alternatif, biogas memiliki sifat yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi efek rumah kaca. Bahkan jika dibandingkan dengan minyak tanah, api biru yang dihasilkan biogas juga lebih bersih dan tidak menghasilkan asap, sehingga kebersihan udara di sekitar masyarakat akan tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, energi yang dihasilkan biogas juga bisa dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik. Besarnya energi setara dengan 60-100 watt lampu selama 6 jam penerangan, sehingga bisnis energi alternatif biogas ini bisa menggantikan bahan bakar minyak serta penghasil energi listrik di kawasan daerah terpencil. Tidak hanya itu saja, limbah biogas yang berubah menjadi slurry (lumpur) mengandung banyak nutrisi, sehingga cocok bila digunakan sebagai pupuk oraganik bagi industri pertanian.
Kekurangan Bisnis
STRATEGI PEMASARAN
Untuk strategi pemasaran, Anda bisa merangkul masyarakat daerah dalam mempromosikan manfaat biogas sebagai bahan bakar maupun energi listrik alternatif. Sebagai contoh sederhana, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPBSU) kini mulai aktif mensosialisasikan penggunaan biogas kepada 7.000 anggotanya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang harganya semakin hari semakin meninggi.
Melalui pendekatan langsung kepada para konsumen, KPBSU mengarahkan masyarakat untuk membangunan instalasi biogas sebagai sumber energi alternatif yang biayanya lebih terjangkau. Program tersebut ternyata cukup berhasil, sehingga sebagian besar peternak sapi di daerah Bandung dan sekitarnya mulai terbebas dari gas elpiji dan beralih memanfaatkan energi biogas untuk kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
Kunci sukses
Analisa Ekonomi
Asumsi
Digester biogas menghasilkan 7,92 m3 gas = 4,3 L minyak tanah/hari
Harga biogas setara dengan 1 liter minyak tanah (Rp 11.500,00)
Limbah biogas (slurry) dijadikan pupuk Rp 25.000,00/karung
Modal awal
2 ekor sapi x @ Rp 5.000.000,00 Rp 10.000.000,00
Pembuatan digester biogas :
Material (Batu, pasir, semen, besi beton, dll) Rp 5.000.000,00
Material instalasi (pipa, stop kran, klem, dll) Rp 1.000.000,00
Peralatan (ember, cangkul, sekop, dll) Rp 150.000,00
Jasa tukang (3 orang x Rp 250.000,00) Rp 750.000,00 +
Total Rp 16.900.000,00
Digester biogas mengalami penyusutan setelah 5 tahun :
1/60 bulan x Rp 6.900,000,00 = Rp 115.000,00/bln
Biaya operasional per bulan
Perlengkapan Rp 500.000,00
Biaya karyawan (@ Rp 800.000,00 x 2 org) Rp 1.600.000,00
Biaya transportasi (@ Rp 25.000,00 x 30 hr) Rp 750.000,00
Biaya penyusutan digester Rp 115.000,00+
Total Rp 2.965.000,00
Omset per bulan
Omset produksi biogas per bulan :
30 hari x 7,92 m3 (4,3 L) x Rp 11.500,00 Rp 1.483.500,00
Omset pupuk kandang :
30 hari x Rp 25.000,00 x 5 karung Rp 3.750.000,00 +
Total omset per bulan Rp 5.233.500,00
Laba bersih per bulan
Rp 5.233.500,00 - Rp 2.965.000,00 = Rp 2.268.500,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 7,5 bulan
07.34 | Label: Wirausaha | 0 Comments